Friday, May 6, 2016

Il Tiramisu, Serial Yummylit Terbaru dari Bentang Pustaka

Kinda speechless karena naskah ini akhirnya terbit juga!



Di antara seluruh naskah yang pernah aku kerjakan, naskah ini kadar drama ketika proses penulisan tinggi banget. Bahkan sejak mengajukan ide cerita dan sinopsis ke Mbak Noni, editor fiksi Bentang Pustaka ketika itu, sampai ketika novel dinyatakan siap cetak. 

Sebelum ide cerita ini di setuju, aku mengajukan empat ide cerita lain yang ditolak oleh Mbak Noni. 
Sebenarnya Mbak Noni nggak nyuruh aku untuk mengubah atau mengajukan ide yang berbeda hanya menyarankan beberapa perombakan, tapi prinsipku, daripada merombak lebih baik mengajukan ide yang benar-benar baru. Well, mungkin ini yang bikin lama yaa...

Aku menyusahkan banyak orang dalam proses kreatifnya. Sebagian penulis bisa menulis bahkan ketika mereka belum menemukan akhir untuk cerita yang sedang mereka kerjakan, tapi aku nggak bisa. Nah, prosesku menjalin kisah Il Tiramisu dari awal sampai akhir ini yang menyusahkan beberapa sahabat. Yang paling parah Atria sampai menggebrak meja di sebucah cafe di Bandung, Amel yang harus mendengarkan ocehanku via Whatsapp di tengah malam dan Elsa yang lelah menghadapi keabsurdanku di email. Gara-gara naskah ini mereka juga kayaknya udah terbiasa mendengarku yang tiba-tiba bilang pengin ngerombak dari awal. Naskah yang berhasil selesai dan yang akan kalian baca itu merupakan naskah ke lima belas. Yak! Aku menulis ulang sebanyak lima belas kali bahkan lebih sebelum benar-benar merasa sreg dan bisa menyelesaikannya. 

Ini juga pertama kalinya aku menggunakan PoV 3 atau sudut pandang orang ketiga. Proses adaptasinya juga luar biasa. Aku berulang kali merasa nggak yakin dengan hasil tulisanku. Berulang kali merasa kalau tidak berhasil menyampaikan emosi para tokohnya. Dan lagi-lagi, aku menyusahkan banyak orang.Selain itu, untuk mempermudah proses adaptasi, aku berhenti membaca novel yang menggunakan PoV 1 atau sudut pandang orang pertama. Tapi ternyata tetap tidak berhasil membuatku benar-benar yakin dengan hasilnya sampai-sampai ketika mengirimkannya ke Dila, editor fiksi Bentang Pustaka sekarang, aku bilang kalau aku menyerahkan keputusan sepenuhnya ke Dila karena aku sendiri nggak yakin dengan hasilnya. Jadi, sekarang aku deg-degan dengan komentar dan reaksi kalian yang membaca Il Tiramisu. 

Seperti biasa, ketika naskah aku kirim ke Dila, jumlah halamannya kebanyakan. Sangat kebanyakan. Sehingga PR selanjutnya adalah menyunting naskah hingga jumlah halaman sesuai dengan standar Bentang Pustaka. Dan ini nggak mudah. Banyak adegan yang menurutku penting terpaksa dihapus karena menurut Dila tidak terlalu signifikan. Semoga nggak mengganggu keasyikan kalian menikmatinya. 

Dan drama yang bikin aku dan Dila super panik baru terjadi beberapa minggu yang lalu. Di suatu pagi dalam perjalanan ke kantor aku iseng baca pdf final yang dikirim ke aku dan...aku menemukan kalau ada salah peletakan bab. Bab kesekian puluh entah bagaimana bisa muncul di awal-awal. Sumpah! Panik banget karena itu konteksnya udah naik cetak. Gegara ini, aku sampai nangis di angkot. Benar-benar nangis di angkot. Hahahahha. Untungnya sebelum sampai kantor dapat kabar baik dari Dila kalau pdf yang dikasih ke tim produksi benar. Huuft! Lega banget rasanya. 

Sekian cuap-cuap aku tentang Il Tiramisu yaa~
Maaf kalau terkesan nggak fokus, aku masih deg-degan banget nunggu reaksi para pembaca. Terutama karena tone-nya beda banget sama My Wedding Dress!

Akhirnya, kalau menemukan Il Tiramisu di toko buku, langsung adopsi dan selesai membaca langsung kasih tahu aku pendapat dan kesan kalian, ya!



11 comments:

  1. Drama banget ya pembuatan novelnya. Good luck, semoga sukses ya novel Il Tiramisu-nya. Ntar aku cari kalau sudah tersedia di tobuk online. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Drama bangeeet! Cukup sekali deh pokoknya ngalamin yang kayak gini hehehhe. Waah! Ditunggu kesan setelah membacanya :)

      Delete
  2. Selamat ya lahir lagi karyanya. dari sekian banyak karya yang sudah jebrol, saya baru baca Pssst! aja. Yang lainnya belum. Saya memang kurang suka karakter yang ababil khas anak SMA gitu. Kayaknya yang My wedding dress dan novel Il Tiramisu ini karakternya lebih dewasa. Semoga ada jodohlah untuk membaca kedua novel tadi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selera nggak bisa dipaksa ya :)
      Iya, My Wedding Dress dan Il Tiramisu ini tokohnya lebih dewasa karena masuk ke lini Bentang Populer.
      Semoga berjodoh!

      Delete
  3. Congratulations, Mbak Dy >_<
    Aku penasaran dengan naskah ke-1 sampai ke-14nya deh, Mbak. Kepo, soalnya suka sama kata-katamu yg nyelipin banyak nasihat itu. penasaran deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunch of thank you :)
      Hm, jangaaan! Jelek banget hehehehhe
      Yang Il Tiramisu kayaknya agak beda, deh. Ntar coba icip sendiri yaaa~

      Delete
  4. Wahuuu selamat ya kak Dy.
    Selalu suka sama tulisan dirimu. Bikin nagih :)

    ReplyDelete
  5. Selamat ya Dy. Ikut deg-degan baca prosesnya.
    Semoga membawa banyak kebaikan. 😊

    ReplyDelete
  6. Wah. Berat banget lho nulis novel bertema gini. Risetnya harus kuat. Sakti deh penulisnya..

    ReplyDelete
  7. Yatuhaann sampai segitu ya Mba perjuangannya? Tapi alhamdulillah bisa terbayar sedemikian rupa. Sukses selalu deh!

    Oya, il tiramissu harga di tokbuk Gramedia berapa ya?

    ReplyDelete
  8. Haii Mbak... aku baru pertama baca novel karyamu. Aku suka penokohannya, aku suka sejarah tiramisu itu daan aku gemass sama tokoh wisnu kanigara. Aku kerja dibidang kuliner jadi aku suka cerita il tiramisu. Sukses selalu mbak :)

    ReplyDelete