Thursday, May 21, 2015

Malam Bersama Sahabat

"Sejak kapan lo jadi workaholic?" Aku bersandar di pintu ruang kerja Sam yang masih tenggelam dalam tumpukan berbagai berkas dan laptopnya. 

Sam terkekeh melihat kedatanganku, "Sejak gue punya kantor dengan pemandangan sekeren ini," dia menunjuk jendela besar yang memenuhi salah satu dinding ruang kerjanya. Dia tidak membual, pemandangan yang tersaji di sana spektakuler, "Juga sejak gue punya seketaris secantik itu. Lo udah ketemu, kan? Gimana? Cantik, kan?" 

"Bukan selera gue," dan tawa kami pecah bersamaan, "Serius, sejak kapan lo serius kerja gini? Gila, ya, enggak ketemu selama beberapa tahun aja lo udah berubah gini. Selanjutnya apa lagi? Undangan nikah?" 

"Buat yang satu itu belum. Masih lama, lah. Gue masih cinta kebebasan," dia mematikan layar laptopnya, "Jadi," dia menatapku, "Apa yang bisa gue bantu? Lo enggak mungkin ke sini kalau enggak ada perlu sama gue. Kita sama-sama oportunis, pals!" 

"Sher," aku menduduki single seater dan menatap  ke luar jendela, "Gue ke sini karena Sher."

"Vana kenapa?" Sam berpindah dari kursi kerjanya menuju sofa yang ada di hadapanku. 

"Enggak kenapa-kenapa. Gue ke sini karena gue penasaran apa yang mau lo ceritain kemarin itu." 

"Oh," dia menggusap wajahnya, resah, "Lo punya waktu berapa lama? Banyak yang mau gue ceritain ke lo tapi enggak bisa sepotong-sepotong." 

"Gue free malam ini."

"Oke. Gue cerita karena gue kenal sama lo dan gue enggak pengin lo atau Vana sampai saling nyakitin. Lo sahabat gue dan dia, gimana pun Vana itu adik gue. Tapi sebelumnya gue mau nanya, lo cinta enggak sama Vana?" 

"Sam," aku menyandarkan punggungku, "Gue udah jawab pertanyaan lo kemarin malam." 

"I know, gue cuma mau yakin aja. Lo cinta enggak sama dia?" 

"Gue ..."



9 comments:

  1. -_____-" sebelum pembaca lupa, sebelum kesan gregetnya ilang, jangan lama2 yak kakk ngeluarin cerita selanjutnya ~~ *ditoyor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak ya pesannya :p
      InshaAllah nanti malam ada episode barunya, kok^^

      Delete
  2. Bilang iya, bilang iya, ka Bram!! *greget
    Kekeke, akhirnya dilanjut lagi. Thanks lhoo, hari ini aku free bgt jadi gatau mau ngapain dan nemu ceritanya udh dilanjutin.
    Ka Bram, jangan ragu mengatakannya, oke!! *Semangat membara

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi masih membara nggak semangatnya?
      maaf belum sempat ngelanjutin. Kemungkinan akhir bulan baru ada lanjutannya :)

      Delete
  3. Gue....
    *jewer Bram*
    Napa singkat banget Mbak >__<
    Ayo ayo jangan loyo nulisnya :D hahaha ~ ditungguin loh lanjutannya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bram bukan anak SD, kak, kenapa dijewer?

      Delete
  4. kak dy buruannnn lanjutin, btw aku new reader sangat menikmati hidangan-hidangan yang kak dy suguhkan :)

    ReplyDelete